Senin, 09 Maret 2009

AGLONEMA SI RATU DAUN

Luar biasa! Hebat! Kata itulah yang pas untuk melukiskan sosok turunan Aglaonema cochinchinense. Dialah mung mee srisuk alias rainamira. Puluhan helai daun bergerombol membentuk tajuk yang kompak. Sekitar 80% permukaan daun berwarna merah merona. Pucuk dihiasi warna kuning dengan tepi daun hijau tua. Pantas ia merebut kampiun saat Kontes Piala Raja di Suan Luang, Bangkok, pada Agustus 2004.

Seorang penggemar di Jakarta yang berkunjung ke sana langsung kepincut begitu melihat panampilannya. Harga sebuah kesenangan memang mahal. Betapa tidak, untuk sebuah pot aglaonema jawara itu ia menebusnya Rp 60-juta, setara dengan harga rumah BTN tipe 21 di pinggiran Jakarata. Itulah Aglaonema asal Thailand yang masuk ke Indonesia.

Namun, bukan berarti itu harga yang paling mahal. Ada yang luar biasa lagi, Adelia berdaun cuma 10 lembar dihargai Rp 100-juta alias Rp 10-juta per helai daun 7 tahun silam. Aglaonema mewah itu memang spektakuler. Tidak hanya harganya menggapai langit, tetapi pola warnanya juga unik pada waktu itu, bermotif batik. Itulah motif batik pertama pada Aglaonema. Setelah itu menyusul pola warna serupa dengan nama tiara, shinta, juwita, raina, sexy pink, hot lady, dan srikandi.

A. Warisan Kekayaan Alam
Warisan kekayaan alam yang berharga selangit itu memang menggiurkan. Namun, itu semua adalah karya rekayasa para penyilang. Di alam, tentu saja tidak ditemukan pola warna aglaonema serupa adelia atau rainanmira.

Tanaman hias yang juga berjuluk chinese evergreen itu berasal dari Asia Tenggara. Disebut demikian karena daunnya senantiasa hijau. Panggilan itu kini tampaknya sudah tidak cocok lagi setelah bermunculan aglaonema hibrida berdaun merah menyala atau jingga. Aglaonema yang semula berwarna putih hijau kini sudah berubah menjadi aneka variasi warna. Pionir perubahan itu di dunia adalah Gregori Garnadi Hambali, penyilang aglaonema asal Bogor, Indonesia. Ia mencoba menyilangkan Aglaonema commutatum ‘tricolor’ x Aglaonema rotundum, hasilnya pride of Sumatera yang berwarna hijau dengan tulang merah. Di balik daun merah ungu.

Di alam, aglaonema di jumpai di hutan-hutan di bawah pohon, tidak terkena sinar matahari langsung. Tanah tempat tumbuhnya tidak tergenang air. Berdasarkan sebarannya, terbukti aglaonema tahan terhadap perbedaan kelembapan. Ia tumbuh baik di tempat dengan kelambapan rendah maupun tinggi.

Hibrida aglaonema sudah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Sumber penyebaran itu ada di kawasan tropis, terutama di kawasan Asia Tenggara. Dari semua spesies itu yang paling populer di Indonesia saat ini ialah Aglaonema rotundum dan Aglaonema commutatum. Kedua spesies itulah yang kerap kali dibuat sebagai induk untuk menghasilkan hibrida lain. Kedua spesies itu ternyata ada di Indonesia.

B. Penghias Rumah
Kini penghias hutan alam itu pindah ke halaman rumah. Semua berkat jasa para penyilang yang dibantu penyebarannya oleh nurseri-nurseri di berbagai Negara. Bila dahulu hanya Aglaonema hijau seperti sitipon, golden fantasi, dan milkyway yang menghiasi rumah. Kini yang merah pun sudah mulai mewabah, seperti donna Carmen, pride of Sumatera, dan lady valentine.

Demikian juga nurseri tanaman hias, hampir seluruhnya memajang beberapa pot aglaonema. Tidak hanya di pulau Jawa, tetapi merambah berbagai kota besar di Sumatera, dan sejumlah kecil di Indonesia Timur. Aglaonema yang dijajakan pun bermacam-macam. Tidak hanya donna carmen dan pride of sumatera, tetapi juga kelas standar, misalnya lady valentine, butterfly, dan snow white yang harganya tergolong menengah, berkisar Rp 100.000 - Rp 300.000. Bahkan ada yang berani memajang red coccin dan dud unyamanee yang masih berharga Rp 500.000 untuk anakan berdaun 3-4 lembar. Nurseri kelas eklusif menambahkan beberapa jenis tiara, madam soeroyo, JT 2000, atau Widuri yang lebih mahal lagi.

Bukan tanpa alasan bila anggota famili Araceae itu naik daun. Aglaonema mudah dirawat dan sebagai tanaman indoor paling pas. Sang ratu daun memang tidak rewel. Tahan di simpan dalam ruangan selama 1 minggu tanpa dikeluarkan. Lagipula dengan motif indah, ia enak dipandang meski tanpa bunga.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

“Bu, daun Carmen-nya kok ada bercak kuningnya ya?”

Tentu tidak enak rasanya bila pembeli di nursery Anda merasa kecewa dengan aglaonema pilihannya. Sebagai calon pemilik nursery, hal tersebut merupakan persoalan yang patut dihindari. Anda perlu memperluas wawasan tentang hama, penyakit, dan hal lainnya yang dapat menurunkan kualitas aglaonema. Berikut adalah jenis-jenis hama dan penyakit lainnya.

HAMA
Hama adalah hewan penggangu tanaman yang secara fisik masih dapat dilihat secara kasat mata tanpa bantuan alat. Hama pada aglaonema bermacam-macam dan gejalanya berbeda-beda.. Setiap hama memiliki cara penanggulangan tersendiri.

1. Kutu Putih / Kutu Kebul
hama & penyakit aglaonemaKutu ini lebih banyak menyerang aglaonema di dataran rendah dibanding dengan di dataran tinggi. Kutu putih whitefly ini dapat ditemukan di batang dan daun bagian bawah. Kutu tersebut mengisap cairan daun dan meninggalkan jelaga pada daun. Hal ini dapat ditanggulangi dengan membersihkan dengan kapas yang telah dicelupkan insektisida encer. Setelah itu, daun disemprotkan kembali dengan insektisida. Insektisida kontak atau sistemik yang bisa digunakan, seperti mitac 200 EC dosis 1-2 ml/l, Decis 1 cc/l, dan Cofidor 200 SL dosisi 1 ml/l.

2. Ulat
hama & penyakit aglaonemaHama ulat ada yang menyerang daun, yaitu spodoptera sp., ditandai dengan daun muda atau setengah tua yang rombeng dari pinggir. Ada juga ulat yang menyerang batang, yaitu noctuidae. Penanggulangannya dapat dilakukan dengan menggambil ulat secara mekanis. Namun, bila jumlahnya sudah banyak, ulat dapat dibasmi dengan menyemprotkan insektisida 2 minggu sekali. Insektisida yang dapat digunakan adalah Decis 25 EC 0,5-1 ml/l, Atabron 1 ml/l, atau Buldok 25 EC dosis 0.5-2 ml/l.

3. Belalang
Gejala penyerapan hama belalang ini sama dengan ulat, yaitu daun menjadi rombeng. Hama ini dapat ditanggulangi dengan penangkapan secara manual. Tangkap belalang yang belum bersayap atau saat masih pagi dan berembun-belalang tidak bisa terbang dengan sayap basah. Anda juga dapat menyemprotkan Confidor 200 SL dosis 1 ml/l. Campurkan Decis 2,5 EC dosis 0,75-1 ml/l dengan frekuensi penyemprotan 2 minggu sekali.


4. Kutu Perisai

Hama ini menyerang bagian daun. Kutu ini biasanya terdapat koloni dengan membentuk barisan di bagian tulang punggung daun, Sesuai namanya, kutu ini memiliki bentuk fisik seperti perisai pada bagian punggungnya. Kutu perisai diatasi dengan menggunakan insektisida sistemik dengan bahan aktif acephate.


5. Root Mealy Bugs

Hama ini menyerang bagian akar tanaman, bentuknya seperti kutu putih. Tanaman menjadi kurus, kerdil daunnya mengecil dan layu. Anda dapat menanggulangainya dengan mengganti media tanam. Selain itu, gunakan insektisida Confidor 200 SL dosis 0,5-0,75 ml/l atau Supracide 25 WP dosis 1-2 g/l dengan frekuensi 2 minggu sekali.

6. Kutu Sisik
Menyerang bagian daun, pelepah, batang, dan bunga. Bentuknya seperti lintah dengan ukuran yang jauh lebih kecil. Kutu sisik dapat menyebabkan daun mengerut, kuning, layu dan akhirnya mati. Bersihkan kutu sisik dengan cara dikerik. Anda juga dapat menyemprotkan insektisida Confidor 200-SL atau Agrimex 18 EC dosis 1 ml/l dengan frekuensi 1 minggu sekali.


PENYAKIT
Penyakit pada tanaman khususnya aglaonema disebabkan oleh 2 patogen, yaitu cendawan dan bakteri. Jumlah cendawan yang menyebabkan penyakit umumnya lebih banyak dibanding bakteri. Bagian tanaman yang terkena bakteri biasanya mengeluarkan bau tidak sedap.

1. Busuk Akar
Penyakit ini ditandai dengan daun yang menjadi pucat lalu busuk, batang yang berlubang dan layu, serta akarnya berwarna coklat kehitaman. Busuk akar disebabkan karena media yang terlalu lembap sehingga menyebabkan cendawan cepat berkembang. Tanggulangi busuk akar dengan mengganti media baru yang lebih porous, lalu potong bagian akar yang busuk dan oleskan fungisida pada bekas potongan. Bisa juga dengan menyemprotkan fingisida Previcur N dosis 1 ml/l dengan frekuensi 2 minggu sekali.

2. Layu Fusarium
Gejala serangan ditandai dengan tulang daun yang pucat berubah warna menjadi cokelat keabuan lalu tangkainya membusuk. Penyababnya adalah media yang selalu basah sehingga media tanam jadi ber-pH rendah. Kondisi tersebut membuat cendawan fusarium oxysporium leluasa berkembang. Penyakit ini dapat ditanggulangi dengan cara mengganti media tanam. Dapat juga dengan menyiramkan fungisida Derosol 500 SC dosis 1,5 ml/l setiap 2 minggu. Bisa juga diatasi dengan menyemprotkan fungsida Folicur 25 WP 1-2 g/l atau Folocur 250 EC 1-2 ml/l atau Delsane MX 200 dosis1 g/l. Penyakit ini dapat dicegah dengan menyiramkan Folicur 250 EC dengan konsentrasi 2 ml/l setiap 2 minggu sekali.

3. Layu Bakteri
Dari namanya tentu dapat diketahui bahwa penyakit tanaman disebabkan oleh bakteri. Layu bakteri ditandai dengan daun dan batang yang melunak serta bau yang tak sedap. Untuk mencegahnya, media tanam harus tetap dijaga agar tidak terlalu basah dan lingkungan sekitar tidak terlalui lembap. Atasi layu fusarium dengan menyemprotkan bakterisida Agrept dosis 1-2 ml/l atau Starner dosis 1 g/l setiap 2 minggu sekali.


4. Bercak Daun

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan. Sesuai namanya, penyakit ini ditandai dengan adanya bercak daun yang lama kelamaan akan membusuk. Bercak daun ini dapat diatasi dengan langsung memotong daun yang busuk. Dapat juga menyemprotkan fungisida folicur 25 WP dosis 1-2 g/l atau folicur 250 EC dosis 1-2 ml/l. Selain itu, dapat juga dengan menggunakan Score dosis 1 cc/l. Frekuensi penyemprotan 2 minggu sekali. Pupuk berkadar kalsium tinggi juga dapat membantu mengatasi penyakit ini.

VIRUS
Adanya virus pada aglaonema ditandai dengan daun yang berlubang menjadi kekuningan atau menjadi keriting. Perubahan tersebut karena virus dapat menghancurkan klorofil dan jaringan lainnya pada daun. Tanaman yang terjangkit virus tidak dapat ditanggulangi. Perawatan dan pengendalian lingkungan yang baik merupakan cara pencegahan yang paling efektif. Virus dapat menyebar dengan bantuan vektor seperti hama pengisap cairan tanaman dan penggunaan alat potong yang tidak steril.

Kelainan Fisiologis
Gejala fisiologis disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan seperti sinar matahari, suhu, defisiensi hara, air, dan tingkat keasaman. Sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan daun mengering dan layu. Bercak coklat akan timbul bila daun yang tidak berklorofil terbakar sinar matahari.

Sumber cahaya yang tidak merata dan posisi tanaman yang tidak pernah diputar menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi miring. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan warna daun pada aglaonema menjadi memucat. Selain itu, kelebihan air dapat menyebabkan daun menguning

Disamping gejala-gejala tersebut, pernahkah Anda melihat daun aglaonema menjadi kecil dan kerdil? Hal itu bisa disebabkan oleh defisiensi hara, media yang sudah lama tidak diganti, atau aglaonema tidak cocok dengan ketinggian tempat.

Rabu, 11 Februari 2009

definisi jemani

JENMANI

Jemani merupakan jenis anthurium yang mempunyai varian paling banyak diantara jenia anthurium yang ada. Variasi pada jemani tersebut diakibatkan mutasi maupun penyilangan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Karena saking banyaknya variasi, para penghobi kadang kesulitan untuk membedakan berbagai jenis jemani yang ada. Agar tidak lagi bingung dan kesulitan untuk membedakan varian jemani tersebut, dibawah ini beberapa varian jemani beserta ciri - ciri fisiknya.

Jemani Kobra

Jemani jenis ini merupakan varian yang membuat penasaran dan menjadi perbincangan para penghobi anthurium. Barangnya yang tidak begitu banyak ditemui dipasaran membuat para penghobi semakin penasaran ingin mengetahui sosok jemani jenis ini. Karena tergolong jenis jemani yang istimewa harganyapun menjadi sangat fantastis
Ciri fisik yang mudah dikenali pada jenis kobra ini adalah pada bentuk lekuk dan bentuk daunnya. Lekuk serta bentuk daunnya menyerupai leher ular sendok/kobra yang sedang menantang mangsanya. Ujung daunnya cenderung meruncing. Garis urat daunnya berawal dari bawah dan berada ditengah-tengah. Urat daun yang berada di pinggirnya sambung menyambung membentuk garis tepi daun. Pucuk daun yang muncul berwarna hijau dan tidak banyak mengalami perubahan setelah daunnya menjadi tua.
Karena jenis ini merupakan favorit yang sangat diburu, dipasaran kali ini banyak muncul kobra “aspal”. Hati-hati jangan sampai tertipu dengan yang model-model silangan atau mutasi. Agar tidak tertipu, hal yang perlu anda perhatikan adalah model lekukan dan gelombang daunnya. Pada yang palsu biasanya lekuk daun cenderung lurus (lekuknya tidak terlihat jelas). Bentuk daunpun ada yang bundar. Sedang yang asli adalah lancip. Biasanya jenis ini adalah “aspal” ini sebenarnya bentukan persilangan. Tapi karena tidak sempurna, maka dipaksakan dibilang kobra. Biasanya, terjadi dari silangan jenis jemani kobra dengan jemani jenis lainnya. Awas jangan tertipu.

Jemani Mangkok


Jenis ini menjadi istimewa karena bentuknya yang seperti mangkok. Sosok daun yang tebal dan bentuk daun bundar. Di pi nggir daun dari pangkal hingga ujung melengkung keatas sehingga daunnya membentuk cekungan yang mirip mangkok. Tumbuh daunnya membentuk roset sehingga tampilannya terlihat kompak. Urat daun yang berada diarah tepian daun. Jenis ini tidak bias terlalu besar. Warna daunnya hijau cerah, mulai muda hingga daun tuanya. Termasuk jenis jemani hybrid dan banyak diburu penghobi untuk koleksi. Untuk yang satu ini cirinya mudah dikenali, sehingga kemungkinan untuk tertipu kecil. Tapi sebaiknya anda harus tetap mencermati dengan teliti.

Jemani Naga

Sosoknya mirip dengan jemani jenis kobra, baik lekukan gelombang daunnya maupun dari sisi ukuran daun. Tetapi yang membedakan dengan jenis kobra adalah warna daun jemani naga yang lebih hijau. Bahkan warna daun pada jemani jenis ini hijaunya terlihat tua dan cenderung legam. Pada daun mudanya, tulang maupun serat daun berwarna merah kecoklatan. Pada daun tua, tulang maupun serat daunnya yang berwarna hijau muda disbanding warna lebar daunnya yang hijau tua membuat kesan jemani jenis ini terlihat kokoh dan gagah. Dan yang istimewa dari jemani naga ini adalah pertumbuhan yang tegolong cepat. Dalam kurun waktu 1 bulan saja, satu tunas panjangnya bias mencapai 20 cm. merupakan jenis jemani yang masih jarang ditemui dipasaran.

Jemani Pagoda

Disebut jemani pagoda karena tumbuh daunnya sedikit bergelombang. Stang hingga lebar daunnya tumbuh lurus dan tegak keatas sehingga sosok tampilannya seperti sebuah bangunan pagoda. Daun tebal dan berwarna hijau tua. Sehingga bila diraba daunnya menyerupai lembaran plastic yang tebal. Jemani jenis ini juga termasuk jarang dipasaran, akibatnya harganya juga melambung tinggi. Meski begitu,para penghobi maupun kolektor banyak yang mencari untuk dikoleksi. Jemani jenis karakter memang cukup kuat, jadi kecil kemungkinan anda akan tertipu bila melihatnya.

Jemani Jaipong

Jenis ini termasuk masih sulit ditemui dipasaran. Yang membuat jemani jenis ini berbeda dengan jemani jenis lainnya adalah tumbuhan daunnya yang sedikit “aneh”. Pada daun jemani jaipong, tangkai daunnya berdiri tegak. Tangkai daun tersebut menompang lebar lembar daun yang tumbuh melengkung kesamping kemudian dilanjutkan kebawah. Bentuk daunnya agak memanjang dan tebal. Pada beberapa bagian urat daun menyatu antara urat daun dibawah dan diatasnya. Untuk harga, jenis jemani ini juga masih tegolong mahal, sebab barangnya sangat terbatas di pasaran.

Jemani Leak

Sosok tampilan jemani jenis ini mirip jemani pagoda. Namun daunnya lebih besar dan panjang. Bentuk daunnya sedikit dari pangkal daunnya menyempit kemudian melebar kea rah ujung daun. Bentuk ujung daun cenderung bulat. Pada tulang maupun serat daun bagian bawah daun berwarna merah kecoklatan, sehingga mengesankan kekokohan jemani jenis ini. Urat daun yang terletak di kiri-kanan tulang daunnya mempunyai motif menjalar dan mengumpul kearah ujung daunnya. Sebagai jemani yang termasuk jarang di temukan dipasaran, harga jemani jenis ini pun menjadi melambung.

Jemani Pithon

Tampilan jemani jenis ini tergolong pendek. Ini akibat stang daunnya yang pendek. Sehingga seakan-akan daunnya muncul dari media tanamnya. Daunnya yang langsung melebar dari pangkal daun hingga ke ujung membuat bentuk daun pada jemani jenis pithon cenderung bulat. Warna daun, mulai daun yang masih muda hingga menjadi tua berwarna hijau tua. Susunan daunnya yang roset membuat sosok tampilan terlihat kompak meski termasuk jenis jemani. Motif urat daunnya menjalar kearah tepian daun. Termasuk jenis jemani yang jarang ditemukan di pasaran, akibatnya harga masih tergolong mahal.

Jemani Black
Jemani hybrid ini mempunyai tampilan yang “garang”. Tidak seperti pada jenis jemani pada umumnya yang mempunyai warna daun dari hijau muda hingga hijau tua. Jemani black ini menjadi istimewa karena warna hijau tuanya cenderung kehitam-hitaman. Serat dan tulang daunnya berwarna kekuning-kuningan. Tidak heran bila para penghobi ramai-ramai untuk berburu jemani ini. Daunnya yang hijau tua dan kehitam-hitaman membuat sosok terlihat kokoh. Apalagi didukung dengan teksture daunnya yang tebal dan sangat rimbun menjadikan jemani jenis ini tampil kekar dan kuat.

Jemani Tanduk

Jemani jenis ini mempunyai cirri khusus pada daunnya yang memanjang dan sedikit melintir. Tumbuh daunnya berselang seling dan saling berlawanan. Karena letak daunnya yang berselang – seling tersebut, menjadikan tumbuh daun pada jemani tanduk ini terkesan bergerombol. Daunnya yang tumbuh memanjang dan ujung daunnya meruncing seakan menyerupai tanduk. Tidak salah bila jemani jenis ini dinamakan jemani tanduk. Tekstur daunnya menjadi istimewa karena urat daun yang terletak di pinggiran tepian daun sambung menyambung dan membentuk garis tepi pada setiap lembar daunnya. Urat daun yang seperti ini juga terlihat pada urat daun jenis jemani kobra.

Jemani Sawi

Jemania sawi ini sangat khas tampilannya. Daunnya yang besar dan memanjang menjadikan jenis ini mudah dikenali. Pada pangkal daun, bentuk daunnya menyempit dan semakin kearah ujung daun, ukuran daun semakin melebar. Urat daunnya terlihat jelas menggurat kearah tepian daun. Tulang daunnya yang tebal dan kuat menjadikan setiap lembar daun pada jemani jenis ini bias kokoh berdiri terkesan kuat. Di pasaran jenis ini mudah untuk ditemui. Harganyapun relative lebih murah disbanding dengan jemani jenis lainnya.

jemani tanduk

Jemani Tanduk

Jemani jenis ini mempunyai cirri khusus pada daunnya yang memanjang dan sedikit melintir. Tumbuh daunnya berselang seling dan saling berlawanan. Karena letak daunnya yang berselang – seling tersebut, menjadikan tumbuh daun pada jemani tanduk ini terkesan bergerombol. Daunnya yang tumbuh memanjang dan ujung daunnya meruncing seakan menyerupai tanduk. Tidak salah bila jemani jenis ini dinamakan jemani tanduk. Tekstur daunnya menjadi istimewa karena urat daun yang terletak di pinggiran tepian daun sambung menyambung dan membentuk garis tepi pada setiap lembar daunnya. Urat daun yang seperti ini juga terlihat pada urat daun jenis jemani kobra.

jemani black

Jemani Black
Jemani hybrid ini mempunyai tampilan yang “garang”. Tidak seperti pada jenis jemani pada umumnya yang mempunyai warna daun dari hijau muda hingga hijau tua. Jemani black ini menjadi istimewa karena warna hijau tuanya cenderung kehitam-hitaman. Serat dan tulang daunnya berwarna kekuning-kuningan. Tidak heran bila para penghobi ramai-ramai untuk berburu jemani ini. Daunnya yang hijau tua dan kehitam-hitaman membuat sosok terlihat kokoh. Apalagi didukung dengan teksture daunnya yang tebal dan sangat rimbun menjadikan jemani jenis ini tampil kekar dan kuat.

jemani pithon

Jemani Pithon

Tampilan jemani jenis ini tergolong pendek. Ini akibat stang daunnya yang pendek. Sehingga seakan-akan daunnya muncul dari media tanamnya. Daunnya yang langsung melebar dari pangkal daun hingga ke ujung membuat bentuk daun pada jemani jenis pithon cenderung bulat. Warna daun, mulai daun yang masih muda hingga menjadi tua berwarna hijau tua. Susunan daunnya yang roset membuat sosok tampilan terlihat kompak meski termasuk jenis jemani. Motif urat daunnya menjalar kearah tepian daun. Termasuk jenis jemani yang jarang ditemukan di pasaran, akibatnya harga masih tergolong mahal.

jemani leak

Jemani Leak

Sosok tampilan jemani jenis ini mirip jemani pagoda. Namun daunnya lebih besar dan panjang. Bentuk daunnya sedikit dari pangkal daunnya menyempit kemudian melebar kea rah ujung daun. Bentuk ujung daun cenderung bulat. Pada tulang maupun serat daun bagian bawah daun berwarna merah kecoklatan, sehingga mengesankan kekokohan jemani jenis ini. Urat daun yang terletak di kiri-kanan tulang daunnya mempunyai motif menjalar dan mengumpul kearah ujung daunnya. Sebagai jemani yang termasuk jarang di temukan dipasaran, harga jemani jenis ini pun menjadi melambung.

jemani jaipong

Jemani Jaipong

Jenis ini termasuk masih sulit ditemui dipasaran. Yang membuat jemani jenis ini berbeda dengan jemani jenis lainnya adalah tumbuhan daunnya yang sedikit “aneh”. Pada daun jemani jaipong, tangkai daunnya berdiri tegak. Tangkai daun tersebut menompang lebar lembar daun yang tumbuh melengkung kesamping kemudian dilanjutkan kebawah. Bentuk daunnya agak memanjang dan tebal. Pada beberapa bagian urat daun menyatu antara urat daun dibawah dan diatasnya. Untuk harga, jenis jemani ini juga masih tegolong mahal, sebab barangnya sangat terbatas di pasaran.

jemani pagoda

Jemani Pagoda

Disebut jemani pagoda karena tumbuh daunnya sedikit bergelombang. Stang hingga lebar daunnya tumbuh lurus dan tegak keatas sehingga sosok tampilannya seperti sebuah bangunan pagoda. Daun tebal dan berwarna hijau tua. Sehingga bila diraba daunnya menyerupai lembaran plastic yang tebal. Jemani jenis ini juga termasuk jarang dipasaran, akibatnya harganya juga melambung tinggi. Meski begitu,para penghobi maupun kolektor banyak yang mencari untuk dikoleksi. Jemani jenis karakter memang cukup kuat, jadi kecil kemungkinan anda akan tertipu bila melihatnya.

jemani naga

Jemani Naga

Sosoknya mirip dengan jemani jenis kobra, baik lekukan gelombang daunnya maupun dari sisi ukuran daun. Tetapi yang membedakan dengan jenis kobra adalah warna daun jemani naga yang lebih hijau. Bahkan warna daun pada jemani jenis ini hijaunya terlihat tua dan cenderung legam. Pada daun mudanya, tulang maupun serat daun berwarna merah kecoklatan. Pada daun tua, tulang maupun serat daunnya yang berwarna hijau muda disbanding warna lebar daunnya yang hijau tua membuat kesan jemani jenis ini terlihat kokoh dan gagah. Dan yang istimewa dari jemani naga ini adalah pertumbuhan yang tegolong cepat. Dalam kurun waktu 1 bulan saja, satu tunas panjangnya bias mencapai 20 cm. merupakan jenis jemani yang masih jarang ditemui dipasaran.

jemani mangkok

Jemani Mangkok


Jenis ini menjadi istimewa karena bentuknya yang seperti mangkok. Sosok daun yang tebal dan bentuk daun bundar. Di pi nggir daun dari pangkal hingga ujung melengkung keatas sehingga daunnya membentuk cekungan yang mirip mangkok. Tumbuh daunnya membentuk roset sehingga tampilannya terlihat kompak. Urat daun yang berada diarah tepian daun. Jenis ini tidak bias terlalu besar. Warna daunnya hijau cerah, mulai muda hingga daun tuanya. Termasuk jenis jemani hybrid dan banyak diburu penghobi untuk koleksi. Untuk yang satu ini cirinya mudah dikenali, sehingga kemungkinan untuk tertipu kecil. Tapi sebaiknya anda harus tetap mencermati dengan teliti.

jemani cobra

Jemani merupakan jenis anthurium yang mempunyai varian paling banyak diantara jenia anthurium yang ada. Variasi pada jemani tersebut diakibatkan mutasi maupun penyilangan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Karena saking banyaknya variasi, para penghobi kadang kesulitan untuk membedakan berbagai jenis jemani yang ada. Agar tidak lagi bingung dan kesulitan untuk membedakan varian jemani tersebut, dibawah ini beberapa varian jemani beserta ciri - ciri fisiknya.

Jemani Kobra

Jemani jenis ini merupakan varian yang membuat penasaran dan menjadi perbincangan para penghobi anthurium. Barangnya yang tidak begitu banyak ditemui dipasaran membuat para penghobi semakin penasaran ingin mengetahui sosok jemani jenis ini. Karena tergolong jenis jemani yang istimewa harganyapun menjadi sangat fantastis
Ciri fisik yang mudah dikenali pada jenis kobra ini adalah pada bentuk lekuk dan bentuk daunnya. Lekuk serta bentuk daunnya menyerupai leher ular sendok/kobra yang sedang menantang mangsanya. Ujung daunnya cenderung meruncing. Garis urat daunnya berawal dari bawah dan berada ditengah-tengah. Urat daun yang berada di pinggirnya sambung menyambung membentuk garis tepi daun. Pucuk daun yang muncul berwarna hijau dan tidak banyak mengalami perubahan setelah daunnya menjadi tua.
Karena jenis ini merupakan favorit yang sangat diburu, dipasaran kali ini banyak muncul kobra “aspal”. Hati-hati jangan sampai tertipu dengan yang model-model silangan atau mutasi. Agar tidak tertipu, hal yang perlu anda perhatikan adalah model lekukan dan gelombang daunnya. Pada yang palsu biasanya lekuk daun cenderung lurus (lekuknya tidak terlihat jelas). Bentuk daunpun ada yang bundar. Sedang yang asli adalah lancip. Biasanya jenis ini adalah “aspal” ini sebenarnya bentukan persilangan. Tapi karena tidak sempurna, maka dipaksakan dibilang kobra. Biasanya, terjadi dari silangan jenis jemani kobra dengan jemani jenis lainnya. Awas jangan tertipu.

jemani yang terbaik


Jenmanii ini roset sekali berkarakter sekali daun kecil utuh ukuran 20 cm berasal dari silangan jenmani naga dan cobra (trennya black cona), populasi tidak terlalu banyak

Minggu, 08 Februari 2009

jenis dari tanaman jeemani


JENMANI

Jemani merupakan jenis anthurium yang mempunyai varian paling banyak diantara jenia anthurium yang ada. Variasi pada jemani tersebut diakibatkan mutasi maupun penyilangan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Karena saking banyaknya variasi, para penghobi kadang kesulitan untuk membedakan berbagai jenis jemani yang ada. Agar tidak lagi bingung dan kesulitan untuk membedakan varian jemani tersebut, dibawah ini beberapa varian jemani beserta ciri - ciri fisiknya.

Jemani Kobra

Jemani jenis ini merupakan varian yang membuat penasaran dan menjadi perbincangan para penghobi anthurium. Barangnya yang tidak begitu banyak ditemui dipasaran membuat para penghobi semakin penasaran ingin mengetahui sosok jemani jenis ini. Karena tergolong jenis jemani yang istimewa harganyapun menjadi sangat fantastis
Ciri fisik yang mudah dikenali pada jenis kobra ini adalah pada bentuk lekuk dan bentuk daunnya. Lekuk serta bentuk daunnya menyerupai leher ular sendok/kobra yang sedang menantang mangsanya. Ujung daunnya cenderung meruncing. Garis urat daunnya berawal dari bawah dan berada ditengah-tengah. Urat daun yang berada di pinggirnya sambung menyambung membentuk garis tepi daun. Pucuk daun yang muncul berwarna hijau dan tidak banyak mengalami perubahan setelah daunnya menjadi tua.
Karena jenis ini merupakan favorit yang sangat diburu, dipasaran kali ini banyak muncul kobra “aspal”. Hati-hati jangan sampai tertipu dengan yang model-model silangan atau mutasi. Agar tidak tertipu, hal yang perlu anda perhatikan adalah model lekukan dan gelombang daunnya. Pada yang palsu biasanya lekuk daun cenderung lurus (lekuknya tidak terlihat jelas). Bentuk daunpun ada yang bundar. Sedang yang asli adalah lancip. Biasanya jenis ini adalah “aspal” ini sebenarnya bentukan persilangan. Tapi karena tidak sempurna, maka dipaksakan dibilang kobra. Biasanya, terjadi dari silangan jenis jemani kobra dengan jemani jenis lainnya. Awas jangan tertipu.

Jemani Mangkok


Jenis ini menjadi istimewa karena bentuknya yang seperti mangkok. Sosok daun yang tebal dan bentuk daun bundar. Di pi nggir daun dari pangkal hingga ujung melengkung keatas sehingga daunnya membentuk cekungan yang mirip mangkok. Tumbuh daunnya membentuk roset sehingga tampilannya terlihat kompak. Urat daun yang berada diarah tepian daun. Jenis ini tidak bias terlalu besar. Warna daunnya hijau cerah, mulai muda hingga daun tuanya. Termasuk jenis jemani hybrid dan banyak diburu penghobi untuk koleksi. Untuk yang satu ini cirinya mudah dikenali, sehingga kemungkinan untuk tertipu kecil. Tapi sebaiknya anda harus tetap mencermati dengan teliti.

Jemani Naga

Sosoknya mirip dengan jemani jenis kobra, baik lekukan gelombang daunnya maupun dari sisi ukuran daun. Tetapi yang membedakan dengan jenis kobra adalah warna daun jemani naga yang lebih hijau. Bahkan warna daun pada jemani jenis ini hijaunya terlihat tua dan cenderung legam. Pada daun mudanya, tulang maupun serat daun berwarna merah kecoklatan. Pada daun tua, tulang maupun serat daunnya yang berwarna hijau muda disbanding warna lebar daunnya yang hijau tua membuat kesan jemani jenis ini terlihat kokoh dan gagah. Dan yang istimewa dari jemani naga ini adalah pertumbuhan yang tegolong cepat. Dalam kurun waktu 1 bulan saja, satu tunas panjangnya bias mencapai 20 cm. merupakan jenis jemani yang masih jarang ditemui dipasaran.

Jemani Pagoda

Disebut jemani pagoda karena tumbuh daunnya sedikit bergelombang. Stang hingga lebar daunnya tumbuh lurus dan tegak keatas sehingga sosok tampilannya seperti sebuah bangunan pagoda. Daun tebal dan berwarna hijau tua. Sehingga bila diraba daunnya menyerupai lembaran plastic yang tebal. Jemani jenis ini juga termasuk jarang dipasaran, akibatnya harganya juga melambung tinggi. Meski begitu,para penghobi maupun kolektor banyak yang mencari untuk dikoleksi. Jemani jenis karakter memang cukup kuat, jadi kecil kemungkinan anda akan tertipu bila melihatnya.

Jemani Jaipong

Jenis ini termasuk masih sulit ditemui dipasaran. Yang membuat jemani jenis ini berbeda dengan jemani jenis lainnya adalah tumbuhan daunnya yang sedikit “aneh”. Pada daun jemani jaipong, tangkai daunnya berdiri tegak. Tangkai daun tersebut menompang lebar lembar daun yang tumbuh melengkung kesamping kemudian dilanjutkan kebawah. Bentuk daunnya agak memanjang dan tebal. Pada beberapa bagian urat daun menyatu antara urat daun dibawah dan diatasnya. Untuk harga, jenis jemani ini juga masih tegolong mahal, sebab barangnya sangat terbatas di pasaran.

Jemani Leak

Sosok tampilan jemani jenis ini mirip jemani pagoda. Namun daunnya lebih besar dan panjang. Bentuk daunnya sedikit dari pangkal daunnya menyempit kemudian melebar kea rah ujung daun. Bentuk ujung daun cenderung bulat. Pada tulang maupun serat daun bagian bawah daun berwarna merah kecoklatan, sehingga mengesankan kekokohan jemani jenis ini. Urat daun yang terletak di kiri-kanan tulang daunnya mempunyai motif menjalar dan mengumpul kearah ujung daunnya. Sebagai jemani yang termasuk jarang di temukan dipasaran, harga jemani jenis ini pun menjadi melambung.

Jemani Pithon

Tampilan jemani jenis ini tergolong pendek. Ini akibat stang daunnya yang pendek. Sehingga seakan-akan daunnya muncul dari media tanamnya. Daunnya yang langsung melebar dari pangkal daun hingga ke ujung membuat bentuk daun pada jemani jenis pithon cenderung bulat. Warna daun, mulai daun yang masih muda hingga menjadi tua berwarna hijau tua. Susunan daunnya yang roset membuat sosok tampilan terlihat kompak meski termasuk jenis jemani. Motif urat daunnya menjalar kearah tepian daun. Termasuk jenis jemani yang jarang ditemukan di pasaran, akibatnya harga masih tergolong mahal.

Jemani Black
Jemani hybrid ini mempunyai tampilan yang “garang”. Tidak seperti pada jenis jemani pada umumnya yang mempunyai warna daun dari hijau muda hingga hijau tua. Jemani black ini menjadi istimewa karena warna hijau tuanya cenderung kehitam-hitaman. Serat dan tulang daunnya berwarna kekuning-kuningan. Tidak heran bila para penghobi ramai-ramai untuk berburu jemani ini. Daunnya yang hijau tua dan kehitam-hitaman membuat sosok terlihat kokoh. Apalagi didukung dengan teksture daunnya yang tebal dan sangat rimbun menjadikan jemani jenis ini tampil kekar dan kuat.

Jemani Tanduk

Jemani jenis ini mempunyai cirri khusus pada daunnya yang memanjang dan sedikit melintir. Tumbuh daunnya berselang seling dan saling berlawanan. Karena letak daunnya yang berselang – seling tersebut, menjadikan tumbuh daun pada jemani tanduk ini terkesan bergerombol. Daunnya yang tumbuh memanjang dan ujung daunnya meruncing seakan menyerupai tanduk. Tidak salah bila jemani jenis ini dinamakan jemani tanduk. Tekstur daunnya menjadi istimewa karena urat daun yang terletak di pinggiran tepian daun sambung menyambung dan membentuk garis tepi pada setiap lembar daunnya. Urat daun yang seperti ini juga terlihat pada urat daun jenis jemani kobra.

Jemani Sawi

Jemania sawi ini sangat khas tampilannya. Daunnya yang besar dan memanjang menjadikan jenis ini mudah dikenali. Pada pangkal daun, bentuk daunnya menyempit dan semakin kearah ujung daun, ukuran daun semakin melebar. Urat daunnya terlihat jelas menggurat kearah tepian daun. Tulang daunnya yang tebal dan kuat menjadikan setiap lembar daun pada jemani jenis ini bias kokoh berdiri terkesan kuat. Di pasaran jenis ini mudah untuk ditemui. Harganyapun relative lebih murah disbanding dengan jemani jenis lainnya.